Cooking 101

Memasak adalah seni. Dibutuhkan perasaan yang kuat, imajinasi, dan keberanian dalam memasak. Tidak semua orang bisa menjadi juru masak yang handal tetapi juru masak yang handal bisa datang dari siapa saja.

Memasak adalah kegiatan menyiapkan makanan untuk dimakan dengan menggunakan sumber panas secara konduksi, konveksi, maupun radiasi agar bahan makanan dapat dikonsumsi. Untuk menghasilkan masakan yang berkualitas, dibutuhkan keterampilan dalam penggunaan alat-alat memasak dan teknik-teknik memasak, pemilihan bahan makanan yang baik, hingga penyajian yang menarik.

Peralatan Memasak

Pemilihan alat yang tepat merupakan hal pertama yang perlu dilakukan ketika hendak memasak. bagaikan senjata, seorang juru masak harus tahu saat-saat menggunakan alat yang tepat.

Berdasarkan ukurannya, peralatan memasak dibagi menjadi 2, yaitu:

  1. Peralatan besar: peralatan yang sulit dipindahkan karena memiliki beban yang berat dan ukuran yang besar.
  2. Peralatan kecil: peralatan portable/mudah dipindahkan karena relatif ringan dan berukuran kecil.

Berdasarkan fungsinya, peralatan memasak dibagi menjadi 3, yaitu:

  1. Peralatan persiapan: peralatan yang digunakan untuk menyiapkan bahan-bahan makanan sebelum dimasak.
  2. Peralatan pengolahan: peralatan yang digunakan untuk memasak makanan.
  3. Peralatan penyajian: peralatan yang digunakan untuk menyajikan makanan.
  4. Peralatan penyimpanan: peralatan yang digunakan untuk menyimpan makanan dalam kondisi panas maupun dingin.

Teknik-Teknik Memasak

Memiliki alat-alat yang sangat bagus akan sia-sia bila seorang juru masak tidak dapat menggunakan alat-alat tersebut. Secara umum, teknik memasak dikategorikan menjadi 2, yaitu:

  1. Teknik memasak panas basah, yaitu teknik memasak dengan menggunakan medium cairan panas. contoh dari metode memasak panas basah (moist heat cooking) antara lain:
    • Deep Frying, yaitu teknik memasak dengan cara merendam bahan makanan ke dalam minyak panas.
    • Shallow Frying, yaitu teknik memasak dengan menggunakan minyak panas namun tidak sampai menenggelamkan bahan makanan.
    • Saute, yaitu teknik memasak dengan menggunakan sedikit minyak  sehingga sedikit basah.
    • Boiling, yaitu teknik memasak dengan merendam bahan atau masakan ke dalam air yang panas.
    • Poaching, yaitu teknik memasak dengan cara merebus makanan dengan menggunakan cairan panas di bawah titik didih.
    • Braising, yaitu teknik memasak dengan cara merebus dengan cairan sedikit. Cairan panas tidak sampai menenggelamkan bahan makanan atau hanya setengah dari bahan makanan.
    • Stewing, yaitu teknik memasak dengan cara menumis bumbu terlebih dahulu kemudian diikuti dengan menambahkan cairan panas.
    • Steaming, yaitu teknik memasak dengan menggunakan uap panas dari air mendidih dan menggunakan alat seperti kukusan, dandang, panci, dan lain-lain.
  2. Teknik memasak panas kering:
    • Grilling, yaitu teknik memasak bahan makanan secara langsung di atas bara api hingga matang.
    • Baking, yaitu teknik memasak makanan dengan cara memasukkan ke dalam alat pemanggang seperti oven.
    • Roasting, yaitu teknik memasak bahan makanan dengan bara api ataupun menggunakan oven hingga gosong.
    • Menyangrai, yaitu teknik memasak di wajan tanpa air maupun minyak goreng, tetapi langsung tersentuh dengan wajan panas, ada juga yang menggunakan media pasir untuk menyangrai.

Jenis-Jenis Bahan Makanan

Setelah memiliki alat yang baik dan tahu cara penggunaannya, hal selanjutnya yang perlu disiapkan adalah memilih bahan makanan. Secara umum, dari kaca mata boga, bahan makanan digolongkan menjadi:

  1. Bahan nabati: Sayuran, buah-buahan, umbi-umbian, kacang-kacangan, serealia, rempah-rempah.
  2. Bahan hewani: Daging, unggas, seafood, telur, susu, keju.
  3. Bahan buatan: Garam, gula, minyak, mentega, cukak, dll.

Penyajian Makanan

Dengan bahan makanan yang telah dipilih dan diolah dengan baik, hal terakhir yang perlu diperhatikan adalah penyajian. Memasak akan menjadi kegiatan yang tidak berarti bila hasil masakan tidak disajikan.

Dalam menyajikan makanan, banyak hal yang perlu diperhatikan, diantaranya:

  1. Ketepatan alat saji
  2. Kebersihan alat saji
  3. Kebersihan masakan dari bahan kontaminan
  4. Layout masakan di atas piring
  5. Porsi penyajian
  6. Temperatur penyajian

 

“You must be imaginative, strong-hearted. You must try things that may not work, and you must not let anyone define your limits because of where you come from. Your only limit is your soul. What I say is true – anyone can cook… but only the fearless can be great.” – Gusteau, Ratatouille.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s